LOMBOK 06 | Great of Benang Stokel and Kelambu

17.35

Dua jam perjalanan dari kota Mataram menuju Air Terjun Benang Stokel dan Air Terjun Benang Kelambu menggunakan mobil. Kedua air terjun ini belum termasuk dalam peta tempat wisata di Lombok. Perjalanan kesana harus melewati hutan yang entah namanya apa, saya lupa. Namun, hutan tersebut dipenuhi oleh monyet-monyet yang duduk di pinggir pembatas jalan ataupun diatas pohon. Membutuhkan waktu yang lama karena macetnya jalanan. Jadi, disarankan untuk berangkat lebih pagi ya, sekitar jam 7-8 an lah.

Saat sampai, kita langsung pos tempat wisata. Disana sudah berjejer beberapa ojek motor. Kita harus membayar sekitar 10ribu untuk bantuan perawatan dan bayar lagi untuk tiket masuknya. Ada dua pilihan kalau mau ke air terjun. Pertama jalan kaki ditemani atau tanpa tour guide. Kedua naik ojek motor, sudah termasuk tour guide tapi harus bayar lagi untuk ongkos dan bensin motor, juga lebih cepat sampai tanpa capek, cuma 5 menit. Karena papa dan ibu sudah tua, mereka naik sepeda. Saya, mbak Astri, dan Pak Dede (tour guide sekaligus supir saya selama di Lombok) memilih untuk jalan kaki (hiking) ditemani tour guide asli orang sini. Sekalian olahraga *sok*, kan selama di Lombok tidak pernah berolahraga. Dari pos bisa sampai ke Benang Kelambu butuh waktu setengah jam.




Benang Stokel terlihat seperti air terjun biasa karena hanya terdapat dua air terjun yang mengalir sampai danau kecilnya. Bukan danau sih, saya tidak tahu namanya hehe. Kalau mau kesini harus jalan kaki, tidak bisa naik motor karena jalannya masuk hutan. Cukup dekat kok dari pos tempat wisata saat membeli tiket, mungkin sekitar 15 menit. Di tempat ini ada sekitar 3 pendapa (dalam bahasa Jawa) yang dapat digunakan untuk sekedar duduk duduk atau beristirahat. Sebelum saya kesini, pendapa ini terbuat dari bambu atau kayu-kayu pepohonan. Ketika sedang musim hujan, tempat ini seperti lautan karena semua tertutup air. Dan pendapanya hancur. Sehingga pendapanya sekarang terbuat dari semen seperti rumah-rumah. Kalau musim hujan, kita tidak bisa kesini. Untung saya kesana pada pagi hari, karena kalau sudah mau sore, Lombok sering hujan. Perjalanan menuju ke air terjun jadi licin kalau hujan. Saat mau sampai air terjun, kami harus melewati jembatan kecil yang berukuran seperti lebar manusia namun tanpa pegangan.

Konon, si tour guide saya cerita kalau dulu ia sering sekali datang kemari seusai sekolah. Berenang di sungai dekat air terjun dan mandi di kamar mandi dekat sungai. Namun sayang, kamar mandinya sekarang sudah berlumut. Tidak layak pakai.

Hebatnya tour guide saya ini bisa berbagai bahasa lho. Dari bahasa Inggris sampai Korea. Saya saja kalah *malu*. Tamu-tamu yang datang biasanya adalah para turis asal luar negeri. Mereka lebih menyukai hiking seperti yang saya lakukan ketimbang harus naik motor. Dan mereka juga lebih suka hiking dengan hutan yang masih alami, belum di buat jalanan khusus beraspal atau semen karena tantangannya lebih wah. Saya merasakannya sendiri kok. Supeeerr berat perjalanannya, dimulai dari terjalnya jalan sampai licin. Tapi menyenangkan dan asyik. Dari hiking ini bisa memberi pelajaran untuk saling tolong menolong, tidak memikirkan diri sendiri, serta kerjasama yang bagus. Masyarakat sekitar juga menjaga kebersihan hutan. Pada pagi atau sore hari, mereka berbagi tugas untuk membersihkan sampah-sampah non organik di dalam hutan biar tidak kotor.

Perjalanan yang paling berat dimulai dari benang stokel menuju ke benang kelambu. Let's go!



Tanda saat mau sampai Air Terjun Kelambu :
1. Melewati anak tangga yang super tinggi serta jaraknya yang lumayan jauh. Kalau naik motor tetap harus jalan kaki buat naik turun anak tangga ini.
2. Mulai terdengar suara gemericik air terjun
3. Saat di anak tangga kita dapat melihat air terjunnya yang mirip seperti kelambu atau korden yang bentuknya memajang ke samping dan ada dua air terjun serta bersebelahan, karena bentuknya seperti kelambu makanya dinamakan benang kelambu.






















Tips saat akan hiking:
1. Pakai kaos yang nyaman, karena saat kesana saya memakai seperti kemeja, dan itu membuat saya sangat kesumukan
2. Pakai sepatu atau sandal yang tahan air biar tidak licin saat berjalan
3. Bawa air minum 1 botol 600ml cukuplah
4. Bawa barang seperlunya (satu rumah jangan dibawa nanti repot pas hiking bingung bawanya)
5. Bawa hp berkamera atau camdig atau dslr juga boleh untuk memotret setiap keindahan yang akan dijumpai saat perjalanan






































































Airnya super jernih. Kaki kita saja sampai kelihatan kayak gitu. Dibuat raup-raup muka, cuci tangan, sampai mandi pun segarnya subhanallah banget. Saya sampai nyuci muka bolak balik sangking segarnya di tubuh. Kata tour guidenya, kalau datang kesini sekalian mandi saja karena oleh masyarakat sekitar, air terjun ini diyakini dapat mengobati segala penyakit. Hal ini sudah dibuktikan oleh seorang anak cacat (entah apa) yang datang kemari dan berendam dari pagi sampai sore. Tidak lama kemudian, sekitar beberapa minggu atau bulan gitu, si tour guide dapat kabar bahwa si anak sudah sembuh, tidak cacat lagi. Disarankan kalau kesana bawa baju ganti (jika ingin berendam). Jangan khawatir, kamar mandi di air terjun Kelambu layak pakai dan bersih.

Dan air terjun ini dijadikan sebagai sumber mata air di daerah mereka. Mulai dari digunakan memasak, mandi, sampai diminum. Mereka sendiri yang membuat saluran dari air terjun menuju daerah mereka. Salut deh sama mereka yang bisa inisiatif kayak gitu.

























Foto ini sangat membuat saya takjub sekali karena saya tidak sengaja menemukan sajadah ini sudah berada disitu. Saya teringat atas kuasa Allah swt. Dari Allah, semua keindahan alam ini tercipta, setiap makhluk hidup bernafas karena kehendak-Nya, disaat alam membuat kita takjub, disaat itulah kita harus mengingat Allah sebagai penciptanya. Dimanapun kita berada, Allah selalu ada dan kita tidak boleh melupakan-Nya. Serta tidak melupakan untuk selalu beribadah. Beribadah bisa dilakukan dimanapun. Bahkan diujung batu besar ini. Meski harus jungkir balik kayak bagaimanapun, tetap harus bersujud dan mengucap syukur kepada Allah. 

You Might Also Like

0 komentar

BLOG POSTS

INSTAGRAM

Subscribe